Pacu Ketahanan Pangan, Aceh Dorong Percepatan Rehabilitasi Pertanian Pascabencana
BANDA ACEH — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menggelar Temu Koordinasi Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) Provinsi Aceh di Asrama Haji Kelas I Aceh, Banda Aceh, pada 28–29 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi dan mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah-wilayah terdampak bencana di seluruh Provinsi Aceh.
Dalam forum strategis tersebut, jajaran pemerintah pusat dan daerah memfokuskan pembahasan pada percepatan pelaksanaan program PRR. Skema pendampingan serta pengawalan lapangan disepakati sebagai prioritas utama agar seluruh bantuan dan program pemulihan berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan riil para petani.
Kepala BRMP Aceh yang hadir sebagai salah satu narasumber memaparkan materi krusial mengenai mekanisme koordinasi percepatan serta strategi pengawalan program PRR di tingkat provinsi. Menurutnya, pemulihan sektor pertanian memerlukan pendekatan terpadu yang tidak hanya mengembalikan fungsi lahan, tetapi juga membangkitkan kembali produktivitas usaha tani.
Temu koordinasi ini diharapkan menghasilkan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini menjadi krusial demi memulihkan ekonomi petani, menjaga ketahanan pangan daerah, serta membangun sektor pertanian Aceh yang lebih tangguh dan adaptif menghadapi potensi bencana di masa depan.